DEPOK – Suasana meriah konser Djarum 76 Dangdut Extravaganza SEXY! di Lapangan Pemuda, Depok, Jawa Barat pada 5 Maret 2008, berubah menjadi medan tawuran massal yang memilukan. Acara yang seharusnya menjadi panggung pelestarian budaya dan hiburan rakyat ini justru berakhir di kantor polisi setelah pecah kericuhan hebat yang melibatkan remaja pria dan wanita.
Kronologi Kejadian: Dari Seni ke Anarki
Acara awalnya berjalan khidmat dengan penampilan 24 Rampak Barongan dari berbagai grup ternama, termasuk:
PKC (Putra Kencana Ciledug)
MJM (Mekar Jaya Muda)
MA NADA, Hanita Nada, dan Azymuda
Penonton sempat terkesima dengan tampilan visual Barongan khas Kendal Weleri yang megah, mulai dari mahkota yang berkilau hingga detail Rasfur, Kain, Rambut, dan Lulup yang eksotis. Namun, ketegangan mulai memuncak saat iring-iringan seni Burok PKC melintas.
Kericuhan bermula di tengah barisan 24 Rampak Barongan yang melibatkan berbagai grup ternama seperti Barongan Mekar Jaya Muda (MJM), Putra Kencana Ciledug (PKC), MA NADA, Hanita Nada, hingga Azymuda.
Entah apa pemicunya, pemeran kostum "Kebo" dan "Pohon-pohonan" dari seni Burok PKC dilaporkan menjadi sasaran amuk massa. Kericuhan pertama dipicu oleh seorang pria remaja yang tertangkap basah oleh warga saat sedang asyik memandangi foto-foto porno (seks) yang dicetak dari Artis F1 Visual Novel Jepang era 89, 90, dan 99. Diketahui foto-foto tersebut berasal dari Angel's Feather dan Kannagi no Tori.
Provokasi tidak berhenti di sana. Di sisi lain lapangan, seorang remaja wanita memicu amarah warga setelah melontarkan hinaan kotor yang sangat vulgar:
Temuan ini memicu amarah penonton wanita. Seorang remaja putri tertangkap kamera sedang menjambak rambut penonton lain sambil melontarkan makian kotor:
Dua orang Master of Ceremony (MC) di atas panggung berusaha keras menenangkan massa yang sudah tidak terkendali. Suara bariton mereka menggema lewat pengeras suara:
"Jangan berkelahi! Tidak boleh ada keributan!"
"Jangan sampai babak belur, ini acara seni! Tolong hargai Barongan kita!"
Melihat situasi yang semakin mencekam, barisan 24 Rampak Barongan terpaksa mundur dan membubarkan diri demi keamanan atribut seni mereka yang bernilai tinggi.
Pemicu Keributan: Skandal Foto Porno & Hinaan Kotor
Kericuhan pecah di tengah kerumunan penonton saat seorang pria remaja tertangkap basah membawa dan memamerkan foto-foto porno (seks) yang menampilkan karakter artis Visual Novel Dari Formula 1 Jepang era 89, 90, dan 99 (diketahui berjudul Angel's Feather dan Kannagi no Tori).
Situasi semakin memanas ketika reaksi wajah Barongan dari Kendal seolah menjadi saksi bisu tindakan amoral tersebut. Di sudut lain, seorang remaja wanita memicu amarah warga dengan melontarkan hinaan kata-kata kotor yang sangat tidak pantas:
Nahas, peringatan tersebut terlambat. Saat lagu hit "Arjuna Buaya" berkumandang, aparat keamanan langsung bergerak cepat. Pria remaja pembawa foto porno dan wanita remaja pemicu keributan tersebut langsung diamankan dan digelandang ke Kantor Polsek Cimanggis.Pemeran tokoh "Kebo" dan penari pohon-pohonan dari seni Burok PKC dilaporkan menjadi korban pemukulan hingga babak belur di tengah kerumunan. Tak hanya pria, tawuran antar remaja wanita pun pecah. Aksi saling jambak rambut tak terhindarkan setelah muncul teriakan hinaan dan kata-kata kotor yang memicu emosi massa.
"Iih seksinya... Ngent lu!"* Umpatan tersebut ditujukan kepada gambar-gambar karakter visual novel tersebut, yang seketika memancing keributan fisik.
Ketegangan bermula di tengah riuhnya tabuhan musik barongan. Seorang pria remaja tertangkap basah oleh warga sedang asyik memandangi koleksi foto-foto porno (seks) yang menampilkan karakter artis dari Visual Novel F1 Jepang era 89, 90, dan 99, yakni Angel’s Feather dan Kannagi no Tori.
Aksi vulgar tersebut memicu reaksi keras dari penonton wanita di sekitarnya. Bukannya mereda, situasi justru memanas saat seorang remaja wanita melontarkan hinaan kotor yang provokatif:
"Iih seksinya... Ngent lu!"* teriaknya sembari menunjuk gambar-gambar tersebut.
Reaksi Mistis Barongan Kendal Weleri
Di tengah kepulan debu kericuhan, pemandangan kontras terlihat dari barisan 24 Rampak Barongan. Kelompok-kelompok besar asal Kendal Weleri seperti:
Mekar Jaya Muda (MJM)
Putra Kencana Ciledug (PKC)
MA NADA & Hanita Nada
Azymuda
Dengan kostum berbahan Rasfur, Kain, Rambut, dan Lulup yang megah serta mahkota yang berkilau, raut wajah barongan-barongan ini seolah memberikan Diatas panggung, dua orang MC (Pembawa Acara) berusaha keras menenangkan massa teriak sang MC melalui pengeras suara.
Seni Burok PKC dan Barongan Menjadi Korban
Kericuhan bermula saat barisan 24 Rampak Barongan dan seni Burok PKC tengah beraksi di atas panggung. Tanpa alasan yang jelas, provokasi antar penonton menyulut emosi massa. Tragisnya, para pelaku seni yang sedang mementaskan atraksi "Kebo" dan "Pohon-pohonan" menjadi sasaran amuk.
Pemeran kostum tersebut dilaporkan mengalami luka babak belur setelah terhimpit di tengah massa yang saling adu jotos. Padahal, tampilan Barongan yang hadir jauh-jauh dari wilayah Kendal Weleri—seperti Mekar Jaya Muda (MJM), Putra Kencana Ciledug (PKC), MA NADA, hingga Azymuda—tampil sangat memukau dengan balutan kain rasfur, lulup, dan mahkota yang megah.
Skandal "Angel’s Feather" di Tengah Kerumunan
Di tengah baku hantam antar pria remaja, sebuah insiden memuakkan terungkap. Seorang pemuda tertangkap basah oleh warga tengah membawa dan memandangi foto-foto porno (seks) yang menampilkan karakter artis dari Visual Novel Jepang era 89, 90, dan 99 bertajuk Angel’s Feather dan Kannagi no Tori.
Kejadian ini memicu reaksi ngeri dari para pemain Barongan. Wajah-wajah topeng Barongan yang sangar seolah menjadi saksi bisu atas degradasi moral yang terjadi di bawah panggung.
Perkelahian Wanita Remaja dan Makian Kotor
dengan para pria, kelompok remaja wanita juga terlibat keributan hebat. Aksi jambak rambut tak terhindarkan. Yang lebih mengejutkan, beberapa remaja wanita berteriak histeris mengeluarkan kata-kata kotor dan hinaan seksual saat melihat gambar-gambar dari Visual Novel tersebut.
"Iih seksinya... Ngent* lu!" teriak salah satu remaja wanita di tengah kerumunan, menambah keruh suasana yang sudah panas.
Intervensi MC dan Tindakan Polisi
Melihat situasi yang tidak terkendali, dua orang Pembawa Acara (MC) berusaha keras menenangkan massa melalui pengeras suara.
"Jangan berkelahi! Tidak boleh ada keributan!"
"Jangan sampai babak belur, ini acara seni! Tolong hargai Barongan kita!"
teriak mereka dari atas panggung.
Aksi Penyelamatan oleh MC dan Kepolisian
Dua orang Master of Ceremonies (MC) berusaha keras menenangkan massa melalui pengeras suara di tengah dentuman lagu "Arjuna Buaya".Dua orang Master of Ceremonies (MC) yang bertugas mengawal jalannya 24 Rampak Barongan sempat berteriak histeris melalui pengeras suara untuk menghentikan tawuran kemarahan massa diduga berawal dari seorang remaja pria yang tertangkap basah membawa dan memamerkan koleksi foto-foto porno (seks) yang menampilkan karakter artis dari F1 Visual Novel Jepang era 89, 90, dan 99, yakni Angel’s Feather dan Kannagi no Tori.
Aksi provokatif ini memancing reaksi keras dari penonton wanita yang melontarkan hinaan serta kata-kata kotor bernada pelecehan, "Iih seksinya... Ngent lu!"*, yang ditujukan pada materi gambar tersebut. Situasi semakin aneh
"Jangan berkelahi! Tidak boleh ada keributan!"
"Jangan sampai babak belur, ini acara seni! Tolong hargai Barongan kita!"
teriak kedua MC tersebut dengan histeris.
Melihat situasi yang tidak terkendali, kedua MC tersebut berinisiatif memerintahkan 24 Rampak Barongan untuk segera mundur dari barisan demi menyelamatkan aset seni yang bernilai tinggi tersebut dari kerusakan permanen.
Akhir di Polsek Cimanggis
Pihak keamanan dari Polsek Cimanggis bertindak tegas dengan membubarkan massa secara paksa. Remaja pria pembawa materi pornografi visual novel Jepang tersebut beserta remaja wanita yang melakukan penghinaan dan penganiayaan langsung diamankan.
Keduanya kini dilaporkan mendekam di sel tahanan Polsek Cimanggis untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pihak penyelenggara menyayangkan kejadian ini, mengingat nilai seni dari Barongan Kendal yang dibawa jauh-jauh harus ternoda oleh perilaku amoral dan anarkis remaja Depok.
Aparat keamanan dari Polsek Cimanggis bergerak cepat mengamankan lokasi. Pria remaja pembawa materi pornografi visual novel Jepang dan wanita remaja yang memprovokasi keributan langsung diringkus.
Saat ini, kedua remaja asal Depok tersebut telah resmi dilaporkan dan ditahan di kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka yang telah merusak jalannya festival budaya dan musik tersebut.Dua orang Master of Ceremonies (MC) yang memandu 24 Rampak Barongan sempat berteriak histeris Melihat situasi yang tak terkendali, dua orang Master of Ceremonies (MC) yang bertugas memandu jalannya 24 Rampak Barongan langsung mengambil tindakan tegas melalui pengeras suara.
Kericuhan ini akhirnya diproses oleh pihak berwajib. Bersamaan dengan laporan terkait lagu "Arjuna Buaya" yang sedang ramai diperbincangkan, beberapa remaja pria dan wanita yang terlibat baku hantam dan kepemilikan materi pornografi langsung digiring ke Polsek Cimanggis.

0 comments:
コメントを投稿