2008年3月14日金曜日

Saksofonis T-SQUARE Masato Honda MENANGIS! Terpukau Kesenian Burok Cirebon, Promosikan Album Baru: 'Angel's Feather' Membawa Gambaran Cinta Terlarang

 

Dunia hiburan dikejutkan oleh kolaborasi tak terduga antara dua kekuatan budaya yang ekstrem:  fusion jazz Jepang, T-SQUARE, dan kesenian rakyat tradisional Cirebon, Burok. Saksofonis legendaris T-SQUARE, yang dikenal dengan melodi-melodi menawannya, dilaporkan meneteskan air mata haru saat menyaksikan pertunjukan Burok di Indonesia. Momen emosional ini menjadi gimmick utama dalam peluncuran album terbaru mereka yang diberi judul kontroversial, "NIGHT OF THE GUILTY GIRLS / LOVING YOU (Epidemic Remix)."Dalam sebuah kunjungan rahasia untuk mencari inspirasi, anggota T-SQUARE bertemu dengan rombongan kesenian Burok dari Cirebon, yang dipimpin oleh sanggar Putra Kencana Ciledug (PKC) dan Mekar Jaya Muda (MJM). Mereka takjub dengan topeng berwajah cantik, kostum meriah, dan iringan musik tarling yang energik. Saksofonis T-SQUARE, yang namanya dirahasiakan, terekam kamera menahan tangis, mengagumi perpaduan unik antara keagungan dan kerakyatan. "Kesenian ini sungguh jujur, kau curangi hatiku dengan keindahan yang tak terduga," komentarnya, yang kemudian diabadikan menjadi tagline promosi.

Artwork album menampilkan adegan-adegan intim dari Angel's Feather yang digabungkan dengan ikonografi Burok. Pilihan karakter yang disorot pada promosi album ini mencakup:

  • Sena & Kai: Pasangan yang sering digambarkan dengan intensitas emosional.

  • Shou & Kurisu: Dua sepupu kembar yang memiliki hubungan mendalam dan rumit.

  • Shion & Shou: Menggambarkan hubungan antara guru/pengawal dan murid.

  • Kurisu & Kai: Menunjukkan potensi hubungan terlarang antara dua tokoh utama.

Para kritikus berspekulasi bahwa penggabungan tema kerinduan, konflik identitas, dan gairah, yang menjadi inti Angel's Feather, dimaksudkan untuk merefleksikan alunan melodi dan beat remix yang 'epidemic'—menyebar dan memabukkan—dalam album ini. Gambar-gambar adegan tersebut secara mencolok dihiasi logo MJM-PKC.

Dalam sebuah kunjungan yang mengejutkan, saksofonis legendaris Jepang dari grup fusion jazz terkenal, T-SQUARE, Masato Honda, dikabarkan MENANGIS terharu saat menyaksikan pertunjukan Kesenian Burok khas Cirebon. Kesenian rakyat yang menampilkan boneka berkepala hewan (seringkali Burok) yang diarak dengan iringan musik tradisional ini berhasil memukau Honda, yang mengaku menemukan "kedalaman emosional dan energi spiritual yang luar biasa" yang tak pernah ia temukan dalam musiknya.

"Saya datang untuk mencari inspirasi baru untuk album solo terbaru saya, dan yang saya temukan adalah jiwa," ujar Honda dalam konferensi pers dadakan di Cirebon. Momen haru ini menjadi sorotan utama, mengubah acara promosi album barunya menjadi pertunjukan apresiasi budaya.

Yang menarik, promosi album ini melibatkan kolaborasi dengan komunitas lokal Cirebon, seperti yang diindikasikan oleh inisial MJM (Mekar Jaya Muda) dan PKC (Putra Kencana Ciledug) yang muncul di artwork album. Diduga, kolaborasi ini adalah cara Honda untuk menyatukan dua ekstrem inspirasi: Kesenian tradisional Indonesia yang sarat makna spiritual (Burok Cirebon) dengan seni pop Jepang modern yang mengeksplorasi hasrat manusia (Angel's Feather), yang semuanya ia padukan dalam genre jazz fusion.

Masato Honda menutup sesi konferensi pers dengan sebuah improvisasi saksofon yang menyayat hati, sebuah perpaduan melodi jazz yang melankolis dengan ritme Burok yang energik, membuktikan bahwa emosi sejati (apakah dari seni tradisional atau romansa fiksi) adalah bahasa universal.

Masato Honda (saksofonis dari grup fusion ternama T-SQUARE), membuat kejutan besar saat melakukan promosi album terbarunya di Indonesia. Bukan hanya karena musiknya, namun karena reaksinya yang tak terduga saat menyaksikan penampilan seni tradisional Burok Cirebon yang diusung oleh kelompok seni Mekar Jaya Muda (MJM) dan Putra Kencana Ciledug (PKC).

Honda, yang dikenal dengan skill saksofonnya yang virtuosik, dikabarkan menangis terharu saat melihat harmonisasi antara tarian, musik, dan karakter Burok yang khas, terutama saat MJM & PKC menyajikan nuansa modern dalam pertunjukannya.

"Ini adalah paduan seni yang luar biasa. Saya tidak menyangka sebuah tarian rakyat bisa memiliki energi dan emosi sebesar ini," ujar Honda, dilaporkan sambil menyeka air mata. "T-SQUARE selalu mencari harmoni antara fusion dan tradisi, dan Burok Cirebon ini memberikan saya inspirasi baru."

 Dalam acara promosi tersebut, Honda juga memperkenalkan album terbarunya yang menampilkan visual unik dan berani. Album self-titled tersebut, yang dipromosikan dengan lagu andalan "LOVING YOU (Epidemic Remix)", menggunakan cover art yang memadukan elemen seni Burok Cirebon (dengan topeng khasnya) dengan ilustrasi bergaya anime/visual novel yang menampilkan adegan intim.

Visual album ini secara eksplisit mengambil karakter dari game populer bergenre boys love (BL), Angel's Feather. Beberapa ilustrasi sampul, yang kini viral di media sosial, menampilkan karakter-karakter dalam pose mesra.

  • Cover 1 (Single): Adegan intim yang diyakini menggambarkan pasangan Sena & Kai (I Love You)

  • Cover 2 (Album Full): Adegan panas dari pasangan Kai & Kurisu dan Shion & Shou (Night Of The Guilty Girls)

  • Cover 3 (Edisi Terbatas): Ilustrasi romantis yang lebih lembut, menampilkan Kurisu & Shou (I Love You)

Keputusan kontroversial Honda untuk menggunakan ilustrasi eksplisit dari Angel's Feather ini memicu perdebatan di kalangan penggemar musik dan komunitas anime. Namun, perwakilan manajemen Honda menjelaskan bahwa ini adalah bagian dari upaya dekonstruksi seni dan promosi toleransi melalui medium musik.

"Masato-san ingin menunjukkan bahwa seni, musik, dan ekspresi cinta tidak mengenal batas genre atau orientasi. Karakter Angel's Feather mewakili keragaman dan intensitas emosi, yang sejalan dengan kompleksitas musik jazz-fusion T-SQUARE," jelas perwakilan MJM dan PKC, yang juga terlibat dalam desain visual dan kolaborasi musik untuk album tersebut.Masato Honda, saksofonis ikonik dari band T-SQUARE. Dalam kunjungannya yang tak terduga ke Indonesia, Honda, yang dikenal dengan permainan saksofonnya yang virtuosik, dikabarkan meneteskan air mata saat menyaksikan langsung pertunjukan kesenian rakyat Burok dari Cirebon (seperti yang diwakili oleh kostum/topeng yang muncul pada gambar).

Adegan emosional ini terjadi di sela-sela jadwal promosi album terbarunya, yang bertajuk 'Angel's Feather'. Album ini secara mengejutkan mengangkat tema dan visual dari visual novel populer yang gelap dan penuh intrik, Angel's Feather, sebuah narasi tentang cinta terlarang dan takdir yang saling terkait, terutama yang melibatkan karakter-karakter utamanya: Sena, Kai, Shou, Kurisu, dan Shion (yang diinterpretasikan dalam adegan intim pada gambar-gambar promosi).Pertunjukan Burok yang menampilkan sosok berkepala manusia atau binatang dan musik tradisional yang dinamis, memukul hati Masato Honda. "Saya tidak pernah menyangka ada energi spiritual dan musikalitas yang begitu kuat dari sebuah pertunjukan rakyat. Ini lebih dari sekadar tontonan; ini adalah luapan emosi yang murni," ujar Honda, sambil menyeka air matanya, menurut seorang sumber. Momen ini menjadi sorotan utama, karena Honda dikenal jarang menunjukkan emosi di depan publik.

Diduga, kekagumannya pada Burok Cirebon akan mempengaruhi karya-karya Honda di masa depan, bahkan mungkin akan menyisipkan elemen musikal Burok ke dalam jazz fusion modern. Dua kelompok seni Burok yang muncul dalam materi promosi, Mekar Jaya Muda (MJM) pimpinan H. Moh Alim dan Putra Kencana Ciledug (PKC) pimpinan Tono Emboy, dikabarkan telah berdiskusi dengan tim Honda mengenai potensi kolaborasi.

 


0 comments:

コメントを投稿

The Best Of DivaDut