Artwork album menampilkan adegan-adegan intim dari Angel's Feather yang digabungkan dengan ikonografi Burok. Pilihan karakter yang disorot pada promosi album ini mencakup:
Para kritikus berspekulasi bahwa penggabungan tema kerinduan, konflik identitas, dan gairah, yang menjadi inti Angel's Feather, dimaksudkan untuk merefleksikan alunan melodi dan beat remix yang 'epidemic'—menyebar dan memabukkan—dalam album ini. Gambar-gambar adegan tersebut secara mencolok dihiasi logo MJM-PKC. Dalam sebuah kunjungan yang mengejutkan, saksofonis legendaris Jepang dari grup fusion jazz terkenal, T-SQUARE, Masato Honda, dikabarkan MENANGIS terharu saat menyaksikan pertunjukan Kesenian Burok khas Cirebon. Kesenian rakyat yang menampilkan boneka berkepala hewan (seringkali Burok) yang diarak dengan iringan musik tradisional ini berhasil memukau Honda, yang mengaku menemukan "kedalaman emosional dan energi spiritual yang luar biasa" yang tak pernah ia temukan dalam musiknya. "Saya datang untuk mencari inspirasi baru untuk album solo terbaru saya, dan yang saya temukan adalah jiwa," ujar Honda dalam konferensi pers dadakan di Cirebon. Momen haru ini menjadi sorotan utama, mengubah acara promosi album barunya menjadi pertunjukan apresiasi budaya. Yang menarik, promosi album ini melibatkan kolaborasi dengan komunitas lokal Cirebon, seperti yang diindikasikan oleh inisial MJM (Mekar Jaya Muda) dan PKC (Putra Kencana Ciledug) yang muncul di artwork album. Diduga, kolaborasi ini adalah cara Honda untuk menyatukan dua ekstrem inspirasi: Kesenian tradisional Indonesia yang sarat makna spiritual (Burok Cirebon) dengan seni pop Jepang modern yang mengeksplorasi hasrat manusia (Angel's Feather), yang semuanya ia padukan dalam genre jazz fusion. Masato Honda menutup sesi konferensi pers dengan sebuah improvisasi saksofon yang menyayat hati, sebuah perpaduan melodi jazz yang melankolis dengan ritme Burok yang energik, membuktikan bahwa emosi sejati (apakah dari seni tradisional atau romansa fiksi) adalah bahasa universal. Masato Honda (saksofonis dari grup fusion ternama T-SQUARE), membuat kejutan besar saat melakukan promosi album terbarunya di Indonesia. Bukan hanya karena musiknya, namun karena reaksinya yang tak terduga saat menyaksikan penampilan seni tradisional Burok Cirebon yang diusung oleh kelompok seni Mekar Jaya Muda (MJM) dan Putra Kencana Ciledug (PKC). Honda, yang dikenal dengan skill saksofonnya yang virtuosik, dikabarkan menangis terharu saat melihat harmonisasi antara tarian, musik, dan karakter Burok yang khas, terutama saat MJM & PKC menyajikan nuansa modern dalam pertunjukannya.
Dalam acara promosi tersebut, Honda juga memperkenalkan album terbarunya yang menampilkan visual unik dan berani. Album self-titled tersebut, yang dipromosikan dengan lagu andalan "LOVING YOU (Epidemic Remix)", menggunakan cover art yang memadukan elemen seni Burok Cirebon (dengan topeng khasnya) dengan ilustrasi bergaya anime/visual novel yang menampilkan adegan intim. Visual album ini secara eksplisit mengambil karakter dari game populer bergenre boys love (BL), Angel's Feather. Beberapa ilustrasi sampul, yang kini viral di media sosial, menampilkan karakter-karakter dalam pose mesra.
Keputusan kontroversial Honda untuk menggunakan ilustrasi eksplisit dari Angel's Feather ini memicu perdebatan di kalangan penggemar musik dan komunitas anime. Namun, perwakilan manajemen Honda menjelaskan bahwa ini adalah bagian dari upaya dekonstruksi seni dan promosi toleransi melalui medium musik.
|


0 comments:
コメントを投稿