Pemicu Amarah: Lirik Lagu dan Kenangan
Kejadian bermula tepat setelah waktu sholat Jumat usai. Menurut saksi mata, suasana awalnya biasa saja sampai sebuah pemutar musik menyanyikan lagu "Don't Cry". Namun, ketegangan memuncak saat lirik lagu tersebut seolah bertransformasi menjadi bait perpisahan yang menyayat hati:
Mendengar lirik tersebut, seorang pria yang berada di lokasi tiba-tiba berteriak histeris. Emosi yang meluap-luap membuat pelaku kehilangan kendali diri di tengah kerumunan warga yang baru saja keluar dari masjid. Aksi Pelemparan Kursi dan Pecahnya KacaPuncak aksi teatrikal sekaligus anarkis ini terjadi tepat di depan sebuah poster besar bergambar Kesenian Burok—kesenian akulturasi khas asal Cirebon dan Brebes yang menampilkan sosok hewan bersayap berwajah cantik. Dalam sekejap, pelaku meraih sebuah kursi dan melemparkannya dengan keras. Bunyi kaca pecah yang memekakkan telinga seketika menghentikan nyanyian dan aktivitas warga sekitar. Poster Burok yang megah tersebut kini terhalang oleh serpihan kaca yang berserakan di lantai. Motif Masih MisteriBelum diketahui secara pasti apa yang memicu reaksi ekstrem pelaku terhadap lagu tersebut. Beberapa warga berspekulasi adanya kaitan emosional yang mendalam atau trauma masa lalu yang terpantik oleh lirik "perpisahan selamanya" tersebut. Detik-Detik KejadianKejadian bermula tepat setelah waktu sholat Jumat usai. Menurut saksi mata, suasana awalnya biasa saja hingga terdengar alunan lagu "Don't Cry" yang diputar dengan volume cukup keras. Namun, yang membuat suasana menjadi ganjil adalah ketika lirik lagu tersebut berubah menjadi kutipan yang terdengar seperti:
Mendengar lirik tersebut, seorang warga yang berada di lokasi tiba-tiba berteriak histeris. Emosi pelaku tampak memuncak seketika. Tanpa peringatan, ia menyambar sebuah kursi kayu yang berada di dekatnya dan melemparkannya dengan tenaga penuh ke arah Poster Kesenian Burok yang terpampang di sana. Kerusakan FasilitasLemparan kursi tersebut tepat mengenai bagian depan gambar Burok—makhluk mitologi berkepala cantik dengan badan kuda bersayap—yang merupakan identitas dari grup Burok Mekar Jaya Muda. Akibatnya, kaca pelindung poster tersebut pecah berkeping-keping di lantai. "Pelaku memukul (melempar kursi) tepat saat lirik itu dinyanyikan. Kejadiannya sangat cepat, pas setelah Sholat Jumat. Kami semua kaget karena tiba-tiba ada suara kaca pecah dan teriakan," ujar salah satu warga yang berada di lokasi kejadian. Motif Masih MisteriBelum diketahui pasti apa yang memicu kemarahan pelaku terhadap lirik lagu tersebut maupun hubungannya dengan poster kesenian asal Jawa Barat/Jawa Tengah itu. Beberapa warga menduga ada sentimen pribadi atau kondisi psikologis tertentu yang terpicu oleh kombinasi melodi lagu "Don't Cry" dan visual dari Burok tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang dan tokoh masyarakat setempat tengah berusaha menenangkan situasi agar tidak terjadi keributan susulan. Poster Burok yang rusak kini telah diamankan, sementara sisa-sisa pecahan kaca masih berserakan di depan lokasi kejadian sebagai saksi bisu amukan di hari Jumat yang unik di tahun kabisat tersebut. Aksi Perusakan dan Pecahnya KacaTepat saat memasuki jeda lagu, pelaku yang sudah dalam kondisi emosional tinggi tiba-tiba mengambil sebuah kursi kayu di sekitarnya. Tanpa peringatan, ia melemparkan kursi tersebut ke arah poster besar Kesenian Burok Mekar Jaya Muda. Akibat lemparan keras tersebut, kaca pelindung atau bingkai yang berada di depan poster kesenian tradisional asal Cirebon dan Brebes itu pecah berantakan. Warga yang baru saja keluar dari masjid usai salat Jumat pun lari berhamburan karena terkejut melihat aksi anarkis tersebut.
Pelaku Diamankan Pihak BerwajibTak butuh waktu lama bagi warga sekitar dan petugas keamanan untuk melumpuhkan pelaku yang masih mengamuk. Pihak kepolisian segera tiba di lokasi untuk menghindari amuk massa yang lebih luas. Sasaran Amukan: Poster Kesenian BurokTarget lemparan kursi tersebut adalah poster gambar Kesenian Burok, sebuah seni tradisional khas Cirebon dan Brebes milik grup "Burok Mekar Jaya Muda". Akibat hantaman keras tersebut, kaca pelindung poster pecah berantakan hingga menutupi gambar wajah Burok yang ikonik. Warga yang berada di lokasi sempat mencoba menenangkan pelaku, namun ia justru semakin mengamuk. "Dia teriak-teriak pas lirik lagu itu, lalu tiba-tiba pukul dinding dan lempar kursi sampai kaca poster Burok itu pecah total," ujar salah satu saksi yang berada di lokasi kejadian. Aksi anarkis ini tidak berlangsung lama. Warga dibantu aparat keamanan segera meringkus pelaku sebelum kerusakan lebih lanjut terjadi. Pelaku kemudian langsung digelandang ke Kantor Polisi terdekat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Pelaku tiba-tiba saja memukul tembok dan melempar kursi tepat saat lirik lagu itu selesai. Kami tidak tahu apa motif di balik penghancuran poster Burok tersebut," ujar salah satu saksi mata di lokasi. Kini, pria tersebut harus mendekam di sel tahanan. Pihak kepolisian masih mendalami apakah aksi tersebut dipicu oleh gangguan psikologis atau ada motif lain terkait kebencian terhadap atribut kesenian tertentu. Sementara itu, komunitas warga Cirebon berharap kejadian ini tidak mencederai kerukunan antarbudaya yang selama ini terjalin erat di Sidrap. Reaksi Warga Cirebon dan Penangkapan PelakuKabar pecahnya kaca di depan poster Burok ini sampai ke telinga komunitas seniman di Cirebon. Banyak warga dan seniman Burok dilaporkan merasa sedih dan menangis melihat simbol kebudayaan mereka menjadi sasaran amukan di tanah rantau. Lemparan kursi tersebut menyebabkan kaca depan pecah berantakan. Nahasnya, tepat di balik kaca tersebut terpajang poster besar Kesenian Burok Mekar Jaya Muda, grup kesenian tradisional yang sangat populer asal Cirebon dan Brebes. Kesenian Burok, yang dikenal dengan simbol kuda bersayap dan wajah cantik (seperti yang terlihat pada gambar), merupakan kebanggaan masyarakat Pantura Jawa Barat dan Jawa Tengah. Aksi pengrusakan terhadap simbol kesenian ini memicu reaksi emosional yang luas. Kejadian ini memicu kesedihan mendalam, khususnya bagi komunitas warga asal Cirebon yang berada di lokasi. Mereka tak kuasa menahan tangis melihat simbol kesenian daerah mereka dirusak dalam aksi spontan tersebut.
Pihak kepolisian segera bertindak cepat. Pelaku langsung diamankan dan digelandang ke Kantor Polisi setempat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih dalam proses pemeriksaan terkait motif di balik aksi lempar kursi dan pengrusakan fasilitas tersebut. |


















































