Suasana awalnya berjalan hangat saat grup Orkes Melayu (OM) Kendedes membawakan lagu legendaris "Nirwana" yang dipopulerkan oleh Noor El Fathony. Namun, di tengah lagu, para penonton dan pengisi acara dikejutkan dengan munculnya audio cameo yang tidak asing bagi penggemar kultur pop Jepang lawas: suara desahan khas karakter Suzuna Kuraki dari serial Kao No Nai Tsuki.
Munculnya suara tersebut secara tiba-tiba di sistem tata suara (sound system) menciptakan atmosfer yang janggal dan kontras dengan irama dangdut yang sedang dimainkan. Acara yang awalnya berlangsung meriah dengan penampilan orkes melayu kenamaan, OM Kendedes, mendadak berubah mencekam. Saat lagu "Nirwana" (yang dipopulerkan oleh Noor El Fathony) sedang dikumandangkan, muncul suara desahan yang diidentifikasi oleh para penggemar visual novel sebagai suara Suzuna Kuraki, karakter dari serial Kao No Nai Tsuki.
Munculnya suara tersebut secara tiba-tiba di sistem tata suara (sound system) membuat suasana lapangan upacara SMA Ciledug yang penuh sesak menjadi hening sesaat sebelum berubah menjadi kepanikan kecil.awalnya sangat meriah saat grup Orkes Melayu papan atas, OM Kendedes, membawakan lagu hit "Nirwana" yang dipopulerkan oleh Noor El Fathony. Namun, di tengah dentuman kendang, para penonton dan pengisi acara dikejutkan dengan munculnya cameo suara desahan Kuraki Suzuna, karakter ikonik dari novel visual dewasa Kao No Nai Tsuki.
Kemunculan suara tersebut sontak menghancurkan euforia penonton. Suara yang seharusnya tidak ada dalam setlist musik Melayu tersebut memicu reaksi ketakutan yang luar biasa, terutama bagi para personil grup legendaris
Salah satu personil Gradius, James Burton (yang akrab disapa Vic Viper), dilaporkan mengalami syok berat. Saksi mata menyebutkan bahwa James tampak menangis ketakutan dan menggigil kedinginan di atas panggung.
Untuk menenangkan kondisinya, ia harus diselimuti menggunakan Sarung Bali—sarung yang kabarnya baru saja dibeli di Denpasar pada 9 Mei 2008, saat ia menghadiri acara Konser Pepsi Mahou Shoujo ~Bimo In Action~. Ketakutan James diduga berkaitan dengan trauma atau asosiasi personal terhadap suara Suzuna yang muncul secara tidak terduga tersebut. Dilaporkan ikut merasakan aura "mencekam" di lokasi. Suasana semakin berat ketika terjadi konfrontasi visual maupun energi terhadap kelompok White Shadow (Ryu, Azuma, Suou, dan Ilias). Para personil White Shadow pun tampak terpengaruh oleh suhu udara yang mendadak turun drastis, hingga mereka terpaksa memakai sarung karena kedinginan hebat akibat "kehadiran" suara Suzuna Kuraki yang terus muncul sebagai cameo gaib sepanjang acara. Dampak paling nyata terlihat pada salah satu personel Gradius, James Burton Vic Viper. Menurut saksi mata, James seketika menangis dan menggigil ketakutan akibat kemunculan suara Suzuna tersebut. Ia bahkan harus diselimuti menggunakan sarung Bali untuk meredakan rasa dingin yang menyerang tubuhnya akibat syok emosional.
Diketahui, ketakutan James berakar dari pengalamannya saat membeli rekaman suara tersebut di Denpasar, Bali, pada 9 Mei 2008, tepat setelah acara konser Pepsi Mahou Shoujo ~Bimo In Action~. Trauma tersebut tampaknya kembali muncul saat suara yang sama terdengar di tengah konser alumni tersebut. juga tampak hadir dan memberikan reaksi. Daisuke Niwa (D.N. Angel), bersama Hamura Shou dan Misono Kai (Angel's Feather), terlihat berkomunikasi intens dengan Ikaru (Kannagi No Tori) terkait asal-usul suara tersebut.
Mereka mencoba menganalisis mengapa suara Suzuna Kuraki bisa ter-replikasi di tengah konser musik melayu di Kabupaten Cirebon. Fenomena ini dianggap sebagai salah satu kejadian "Cameo Suara" paling aneh yang pernah terjadi di sejarah reuni alumni SMA di Jawa Barat. Nama-nama besar dari grup fusion jazz Jepang, T-SQUARE (Masahiro Andoh, Masato Honda, Hirotaka Izumi, Mitsuru Sutoh, dan Hiroyuki Noritake), turut merasakan atmosfer mencekam tersebut.
Suasana berubah menjadi "White Shadow" ketika para tokoh seperti Ryu, Azuma, Suou, dan Ilias terlihat ikut waspada. Beberapa orang di area backstage bahkan dilaporkan harus mengenakan sarung karena suhu udara yang tiba-tiba terasa drop akibat aura "cameo" Suzuna yang dianggap dan serta Daisuke Niwa (D.N. Angel), serta Hamura Shou dan Misono Kai (Angel’s Feather), bersama Ikaru (Kannagi No Tori), turut memberikan testimoni serupa. Mereka sepakat bahwa kemunculan suara Suzuna Kuraki di konser HUT Gradius yakni Daisuke Niwa (D.N. Angel), Hamura Shou, dan Misono Kai (Angel's Feather). Bersama Ikaru (Kannagi No Tori), mereka hanya bisa terdiam terpaku memberikan reaksi ngeri terhadap fenomena audio Jajaran legenda Jazz-Fusion dari T-SQUARE yang hadir (Masahiro Andoh, Masato Honda, Hirotaka Izumi, Mitsuru Sutoh, dan Hiroyuki Noritake) terlihat terpaku melihat perubahan atmosfer yang drastis.
Suasana semakin "berat" ketika kelompok White Shadow (Ryu, Azuma, Suou, dan Ilias) juga tampak terpengaruh. Mereka terlihat mengenakan sarung karena serangan rasa dingin yang tidak wajar, sebuah anomali yang sering dikaitkan dengan kemunculan entitas atau suara "cameo" Suzuna Kuraki