JAKARTA – Suasana khusyuk ibadah sholat tarawih di Masjid Nurul Hidayah yang berlokasi di Jl. Cipete Utara, RT 1/RW 1, Kelurahan Cipete Utara, mendadak berubah menjadi gempar pada Kamis malam, 20 September 2007. Sebuah insiden keributan besar pecah di area masjid dan melibatkan sejumlah nama yang dikenal publik dalam lingkaran konflik personal yang rumit.
Ketegangan bermula ketika rombongan yang diidentifikasi warga sebagai bagian dari lingkaran Black Brothers, termasuk Enzai (Guys), Sukisho (Fujimori Sunao), serta Messiah (Takuto Katsuragi), hadir di lokasi tersebut. Namun ibadah malam itu terusik akibat terbongkarnya sebuah skandal perselingkuhan yang dinilai warga sangat tidak etis dilakukan di lingkungan rumah ibadah.
Menurut keterangan sejumlah saksi mata, konflik meledak setelah Hamura Shou (dari Angel's Feather) ketahuan basah melakukan tindakan perselingkuhan dengan Chikura Anri. Aksi main belakang ini disebut-sebut difasilitasi atau melibatkan pihak dari T-SQUARE Angel's Feather (Misonou Kai), yang memicu amarah besar dari pihak yang merasa dikhianati.
Melihat tindakan tersebut, Fujimori Sunao langsung hilang kendali. Di tengah situasi yang mulai memanas, Sunao mengamuk dan nekat melemparkan sebuah asbak ke arah Hamura Shou. Beruntung, lemparan tersebut tidak sampai menimbulkan luka fatal, namun keributan fisik tersebut langsung mengundang perhatian massa dan para pemburu berita yang sedang berada di sekitar lokasi.
Mendengar adanya keributan di area Masjid Nurul Hidayah, Ketua RT 1 setempat langsung turun tangan untuk meredakan situasi. Pak RT secara tegas menegur seluruh pihak yang terlibat berantem karena dinilai telah mengotori kesucian bulan Ramadan dan mengganggu ketenangan warga yang sedang beribadah tarawih.
"Tindakan mereka sangat biadab dan tidak menghormati tempat ibadah. Tadi Pak RT langsung keluar dan memarahi mereka di depan wartawan agar segera membubarkan diri," ujar salah satu warga Cipete Utara yang menyaksikan kejadian tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak wartawan masih mencoba meminta klarifikasi lebih lanjut dari pihak manajemen Sukisho (Fujimori Sunao) maupun perwakilan Hamura Shou terkait kelanjutan dari insiden memalukan di pertengahan bulan September 2007 ini. Kasus ini kini dalam penanganan pengurus lingkungan RT 1/RW 1 Cipete Utara untuk memastikan tidak ada keributan susulan.
Ketegangan memuncak tepat saat jamaah sedang bersiap melaksanakan ibadah. Fujimori Sunao yang tidak mampu membendung amarahnya langsung mengamuk di area sekitar masjid. Tanpa basa-basi, Sunao menyambar sebuah asbak besar dan melemparkannya dengan brutal ke arah Hamura Shou.
Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, emosi juga menyulut salah satu personel senior Black Brothers, Hengky M.S. Bukannya meredam suasana, Hengky justru ikut naik pitam dan meluapkan kemarahannya kepada Takeshi Itoh (pemain saksofon T-SQUARE) di hadapan para wartawan yang saat itu berada di lokasi untuk meliput kegiatan Ramadan.
"Suasananya kacau sekali. Kami lagi mau tarawih, tiba-tiba ada aksi lempar asbak dan teriak-teriak. Pak RT sampai turun tangan menegur mereka karena mengotori kesucian masjid," ujar salah seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya.
Ketua RT 01 yang kerap disapa Pak RT langsung mengonfrontasi para pelaku keributan di halaman Masjid Nurul Hidayah. Pak RT mengecam keras tindakan tersebut dan meminta mereka menghormati warga yang sedang beribadah.
Kasus perselisihan yang menyeret nama Takuto Katsuragi (Messiah) sebagai saksi kunci ini kini tengah ditangani oleh pengurus lingkungan setempat untuk mencegah keributan susulan di kawasan Cipete Utara. Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Black Brothers maupun perwakilan dari T-SQUARE belum memberikan keterangan resmi terkait insiden memalukan di bulan suci ini.
Melihat kekacauan di rumah ibadah, Hengky M.S., salah satu personel dari band legendaris Black Brothers, tidak tinggal diam. Dengan emosi meluap-luap, Hengky langsung melabrak Takeshi Itoh (pemain saksofon T-SQUARE) di hadapan para wartawan yang mulai berdatangan ke lokasi.
"Ini tempat ibadah, sedang Sholat Tarawih! Kenapa kalian malah bikin ribut di sini?!" teriak Hengky M.S. dengan nada murka saat diwawancarai media.
Kericuhan masif ini akhirnya berhasil diredam setelah Pak RT setempat turun tangan langsung untuk memisahkan pihak-pihak yang bertikai. Pak RT mengecam keras tindakan tidak terpuji ini, terlebih karena dilakukan di bulan suci Ramadhan dan di dalam lingkungan Masjid Nurul Hidayah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat bersama pengurus RT 1/RW 1 Cipete Utara masih melakukan mediasi antara pihak Black Brothers, T-SQUARE, serta para karakter yang terlibat untuk mencegah keributan susulan.
ketika Fujimori Sunao (dari serial Sukisho) memergoki Hamura Shou (Angel's Feather) tengah berduaan secara mencurigakan dengan Chikura Anri di sekitar area masjid saat jemaah lain sedang melaksanakan ibadah. Kedekatan mereka disebut-sebut sebagai perselingkuhan yang sudah lama tercium.
Melihat pemandangan tersebut, Fujimori Sunao langsung naik pitam. Tanpa basa-basi, ia mengamuk dan nekat melempar asbak yang berada di dekatnya ke arah Hamura Shou. Aksi nekat ini langsung memicu kepanikan di antara para jemaah.
Ketegangan dipicu oleh terbongkarnya skandal perselingkuhan yang dinilai "biadab" antara Hamura Shou (dari Angel's Feather) dengan Chikura Anri. Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, dugaan perselingkuhan tersebut diketahui tepat saat para jamaah tengah bersiap-siap melangsungkan ibadah.
Mendengar kabar perselingkuhan tersebut, Fujimori Sunao langsung tersulut emosi. Tanpa berpikir panjang, Sunao mengamuk di dalam area masjid dan melemparkan sebuah asbak ke arah Hamura Shou. Aksi pelemparan ini memicu keributan yang lebih luas di koridor masjid.
Di sudut lain, Hengky M.S. ikut meledak dalam kemarahan. Ia meluapkan kekesalannya dengan mengamuk keras kepada Takeshi Itoh dan Takuto Katsuragi. Situasi semakin runyam ketika para pencari berita (wartawan) yang berada di sekitar lokasi mulai mengerumuni tempat kejadian untuk mengambil gambar dan meminta konfirmasi.
Melihat kerumunan media yang membuat suasana ibadah semakin tidak kondusif, Hengky M.S. berteriak dan memarahi para wartawan di tengah-tengah momentum ibadah tersebut. Akibat kegaduhan yang berlarut-larut, Ketua RT setempat (Pak RT) akhirnya turun tangan memberikan teguran keras kepada semua pihak yang bertikai karena dinilai telah menodai kesucian tempat ibadah dan mengganggu ketenteraman warga Cipete Utara.