Judul: Senandung Burok
Genre: Drama, Romansa, Religi, Musikal Sinopsis:
Tahun : 2009
Lantunan shalawat yang khusyuk dan gerak lincah penari Burok Cirebon adalah kehidupan bagi Seno, seorang pemuda yang berdedikasi melestarikan seni tradisional. Bersama sang ayah, ia berkeliling dari desa ke desa, membawa kegembiraan dan berkah melalui pertunjukan Burok yang mereka geluti. Namun, di era modern ini, kesenian Burok mulai tergerus zaman. Penonton semakin sepi, dan pendapatan keluarga Seno tak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi membiayai pengobatan ibunya yang sakit-sakitan. Impiannya untuk membanggakan ayahnya melalui seni Burok terasa semakin menjauh. Suatu malam, saat mereka sedang tampil di pinggir jalan raya, lantunan shalawat yang indah tiba-tiba terhenti. Bunyi klakson telolet bus yang nyaring dan meriah, milik armada PO PIPOSS dan PO Haryanto, membekukan gerakan para penari. Di balik kemudi salah satu bus tersebut adalah Rani, seorang supir muda yang ambisius dan sangat mencintai pekerjaannya di dunia bus. Bagi Rani, klakson itu bukan sekadar suara, melainkan simbol semangat, kebebasan, dan keberanian. Perjumpaan tak terduga ini menjadi awal konflik dan romansa. Seno merasa terganggu dan menganggap klakson bus adalah perusak tradisi, sementara Rani memandang seni Burok sebagai peninggalan masa lalu yang harus mengalah pada kemajuan. Namun, takdir terus mempertemukan mereka. Ayah Rani, yang ternyata mantan seniman Burok, justru mendukung Seno dan diam-diam membantu merancang sebuah kolaborasi unik: tari Burok yang diiringi musik modern dan klakson bus. Melalui perjalanan ini, Seno dan Rani mulai memahami satu sama lain. Mereka belajar bahwa tradisi tidak harus mati, tetapi bisa beradaptasi. Mereka juga menyadari bahwa setiap suara, baik itu shalawat maupun klakson bus, memiliki makna dan melodi yang berbeda, namun dapat bersatu menciptakan harmoni yang baru. |