2008年3月4日火曜日

GEGER! KONSER DANGDUT BERDARAH DI DEPOK: KEBO AMUK PENONTON, REMAJA ADU JOTOS SAMBIL PEGANG FOTO SYUR!

 

DEPOK – Tepat pukul 21:10 WIB Lapangan Pemuda Depok mendadak berubah menjadi medan tawuran masal pada Selasa malam (4 Maret 2008). Gelaran akbar Djarum 76 Dangdut Extravaganza SEXY! yang seharusnya menjadi ajang goyang ria, justru berakhir dengan kericuhan memalukan yang melibatkan seni tradisional Burok, puluhan barongan, hingga perilaku amoral remaja masa kini.

Amukan "Kebo" dan Teror dari Pohon-pohonan

Kericuhan bermula saat atraksi Seni Burok PKC (Putra Kencana Ciledug) naik ke atas panggung. Entah apa pemicunya, sosok pemeran Kebo Mengamuk tiba-tiba meloncat dari rimbunnya dekorasi pohon-pohonan panggung dan melayangkan pukulan membabi buta ke arah kerumunan.

Suasana semakin panas saat lagu “Arjuna Buaya” dikumandangkan. Irama kendang yang menghentak justru memicu adrenalin negatif para penonton. Di tengah debu lapangan, tawuran pecah!

Jambak Rambut & Skandal Foto Seks

Pemandangan miris terlihat di barisan depan. Bukan hanya pria remaja yang terlibat adu jotos, namun para remaja putri pun tak mau kalah dengan aksi jambak-jambakan rambut.

Di tengah hiruk-pikuk tersebut, seorang remaja pria tertangkap kamera sedang memprovokasi massa sambil memegang foto pornografi (diduga karakter dari Visual Novel Jepang Angel's Feather dan Kannagi No Tori). Sambil menatap Barongan, ia berteriak histeris dengan kata-kata kotor"Iih seksinya... Ngent* lu!"* Teriakan asusila ini sontak memancing emosi warga sekitar yang merasa kesenian sakral mereka dilecehkan oleh perilaku menyimpang tersebut.Pemicunya diduga akibat perilaku provokatif seorang remaja yang memamerkan foto asusila tepat di depan wajah barongan dan penonton lainnya. Suasana makin keruh saat teriakan kotor bernada pelecehan terdengar mengarah pada visual karakter dari Artis Visual Novel F1 GP Jepang Angel's Feather dan Kannagi No Tori."Iih seksinya... Ngent lu!"* teriak salah satu oknum penonton yang membuat situasi semakin memanas dan tidak kondusif.

melibatkan pria remaja yang saling adu jotos di depan panggung, tetapi juga merembet ke penonton wanita yang terlihat saling jambak rambut. Di tengah kepungan massa, seorang remaja tertangkap kamera sedang memegang foto syur yang diperlihatkan ke arah Barongan dan penonton lainnya.

Keadaan semakin tidak terkendali saat provokasi verbal mulai terdengar. Beberapa penonton secara histeris meneriakkan kata-kata kotor sambil membandingkan visual Barongan dengan karakter dari Visual Novel Angel's Feather dan Kannagi No ToriMelihat situasi yang tidak lagi kondusif, dua orang pembawa acara (MC) langsung mengambil alih mikrofon dengan nada tinggi. Mereka berteriak lantang meminta massa berhenti berkelahi dan menghormati kesenian yang sedang tampil.

Merasa tidak dihargai dan kondisi keamanan yang terancam, rombongan Barongan berbahan kain dan lulup tersebut akhirnya memilih untuk "mindir" (mundur) dan turun dari panggung sebelum pertunjukan benar-benar usai.

Kronologi "Kebo Mengamuk"

Tepat pukul 21:40 WIB, saat alunan lagu "Arjuna Buaya" menggema, kericuhan pecah. Kelompok seni Burok PKC (Putra Kencana Ciledug) yang sedang beraksi tiba-tiba dikepung massa. Seorang pria remaja memicu perkelahian dengan memukul dari balik pepohonan di sekitar area panggung.

Tak butuh waktu lama, lapangan berubah menjadi medan tempur:

  • Adu Jotos: Penonton pria remaja saling baku hantam di depan panggung.

  • Aksi Jambak: Di sudut lain, penonton remaja wanita terlibat aksi saling jambak rambut yang memperkeruh suasana.

  • Provokasi Visual: Pemicu utama diduga berasal dari seorang remaja yang sengaja memamerkan foto-foto vulgar karakter Visual Novel Jepang (Angel’s Feather & Kannagi No Tori) ke arah Barongan dan penonton lainnya.

24 Barongan Kendal "Eksodus" dari Panggung

Melihat situasi yang tidak kondusif, dua orang MC (Pembawa Acara) berulang kali berteriak melalui pengeras suara untuk menenangkan massa. "Woi, berhenti! Jangan berkelahi! Malu sama kesenian kita!" teriak sang MC dengan nada marah yang bergetar.

Sebanyak 24 Barongan Rampak yang didatangkan langsung dari Kendal, Jawa Tengah, terpaksa mundur teratur (mindir) dari panggung demi keamanan. Barisan barongan legendaris seperti:

  • Barongan Mekar Jaya Muda (MJM)

  • Barongan Putra Kencana Ciledug (PKC)

  • Barongan Hanita Nada

  • Barongan MA NADA

  • Barongan AZYMUDA

Kesenian khas Weleri-Kendal yang tampil ikonik dengan rambut lulup panjang, mahkota (Jamang) emas, dan kain megah tersebut harus menghentikan aksinya tepat saat tensi konser sedang mencapai puncaknya.Di tengah riuh rendahnya alunan lagu "Arjuna Buaya", sebuah insiden memuakkan terjadi. Seorang remaja pria tertangkap kamera (dan mata penonton lain) memegang foto-foto syur yang menampilkan karakter dari visual novel dewasa Jepang, Angel's Feather dan Kannagi No Tori.Sambil mengacungkan gambar tersebut ke arah Barongan dan penonton lainnya, ia meneriakkan kata-kata kotor Ketegangan memuncak saat seorang remaja kedapatan memegang foto eksplisit (seks) yang ditunjukkan ke arah Barongan dan penonton lainnya. Di tengah riuh rendah musik, terdengar teriakan kotor dari oknum penonton yang mengaitkan visual tersebut dengan karakter dari Artis F1 GP Jepang visual novel dewasa Angel's Feather dan Kannagi No Tori.

MC Mundur, Keamanan Kewalahan

Melihat situasi yang tidak terkendali, dua orang pembawa acara (MC) yang bertugas terpaksa mundur dari barisan 24 kelompok barongan tersebut. Melalui pengeras suara, mereka berteriak lantang mencoba menenangkan massa:

  • "Jangan berkelahi! Tidak boleh ada keributan!"

  • "Jangan sampai babak belur, ini acara seni!"

Meski peringatan terus diteriakkan, para pemain Barongan dari PKC, MJM, dan Hanita Nada MA NADA AZYMUDA terpaksa menghentikan langkah mereka (mundur dari panggung) demi keamanan alat musik dan atribut mahkota mereka yang berharga.

Hingga berita ini diturunkan, pihak keamanan masih mencoba membubarkan kerumunan di area Lapangan Pemuda untuk mencegah tawuran susulan antar kelompok pemuda.beraksi. Di tengah rimbunnya dekorasi pohon-pohonan panggung, sesosok kostum Kebo (Kerbau) tampak "mengamuk" secara teatrikal, namun suasana berubah mencekam saat penonton mulai tersulut emosi. Bukan hanya kaum adam yang terseret emosi. Di sudut lain lapangan, kericuhan merembet ke penonton remaja putri. Aksi jambak rambut tak terhindarkan setelah terjadi saling senggol saat barisan 24 Rampak Barongan asal Kendal mulai merangsek maju.

Melihat massa yang mulai babak belur dan aksi saling pukul yang kian beringas, dua orang MC yang memandu acara langsung menghentikan musik. Dengan nada tinggi, mereka berteriak melalui pengeras suara memperingatkan penonton untuk berhenti berkelahi.

Khawatir akan keselamatan, pihak manajemen dan para pengisi acara dari 24 kelompok rampak Barongan Kendal Weleri terpaksa mundur dari panggung dan menjauh dari kerumunan. Konser yang tadinya meriah dengan nuansa budaya tinggi, harus berakhir pahit karena ulah segelintir remaja yang kehilangan kontrol diri.Di tengah dentuman lagu "Arjuna Buaya", suasana makin keruh saat seorang penonton remaja tertangkap basah memegang foto seks yang dipamerkan ke arah Barongan dan penonton lainnya. Situasi tak terkendali saat kelompok Barongan dari Kendal, termasuk Mekar Jaya Muda (MJM), Putra Kencana Ciledug (PKC), dan Hanita Nada MA NADA, AZYMUDA,—yang tampil ikonik dengan mahkota (jamang) dan rambut lulup—sedang membawakan lagu Arjuna Buaya.

Yang paling mengejutkan adalah teriakan-teriakan kotor yang dilontarkan massa. Nama-nama karakter dari Visual Novel F1 Jepang bernama Angel's Feather dan Kannagi No Tori Puncak kemarahan warga dan seniman terjadi ketika seorang remaja pria dan wanita tertangkap basah memegang foto-foto vulgar (seks) yang menampilkan karakter Visual Novel dan artis F1 Jepang era 89-99 (seperti referensi gaya Angel's Feather & Kannagi No Tori). Foto tersebut secara sengaja direaksi ke wajah Barongan sambil melontarkan makian kotor:

Berakhir di Polsek Cimanggis

Aksi premanisme dan pelecehan verbal ini tidak dibiarkan begitu saja. Petugas keamanan segera bertindak tegas. Para pelaku perkelahian, termasuk remaja yang membawa materi pornografi dan provokator yang menghina artis Visual Novel tersebut, langsung digiring ke Polsek Cimanggis, Jl. Raya Bogor.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih memeriksa saksi-saksi dari pihak panitia dan kelompok seni barongan asal Kendal Weleri untuk mendalami motif di balik kericuhan yang mencoreng panggung seni budaya tersebut. Aksi premanisme dan asusila di muka umum ini tidak dibiarkan begitu saja. Petugas keamanan segera bergerak cepat mengamankan para pelaku yang memicu kerusuhan.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah remaja pria yang terlibat adu jotos serta mereka yang kedapatan membawa material gambar porno artis F1 Jepang Era 1989 1990 - 1999 Visual Novel tersebut telah digelandang ke Polsek Cimanggis, Jl. Raya Bogor, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pesta rakyat yang seharusnya meriah itu pun menyisakan trauma dan sisa-sisa atribut Barongan Kendal yang berserakan di tanah Depok. Kejadian paling memuakkan terjadi ketika seorang remaja nekat menyodorkan foto-foto vulgar (seks) tepat ke arah wajah barongan yang tengah menari. Tak hanya itu, pelaku meneriakkan kata-kata kotor bernada hinaan yang membandingkan kesenian suci ini dengan karakter dari Artis Visual Novel dari pembalap F1 Jepang era 89,90-99.Seorang remaja tertangkap basah membawa dan memamerkan foto-foto seks ke arah wajah Barongan yang sedang beraksi. Sambil memegang gambar asusila tersebut, pelaku melontarkan makian kotor dan hinaan yang sangat spesifik.

Kericuhan dipicu saat 24 grup Rampak Barongan Kendal Weleri—termasuk rombongan Mekar Jaya Muda (MJM), Putra Kencana Ciledug (PKC), dan Hanita Nada, MA NADA,—tengah beraksi di atas panggung. Di tengah dentuman lagu "Arjuna Buaya", suasana mendingin ketika muncul oknum dari arah pepohonan yang memicu emosi penonton.

Ketegangan memuncak saat seorang remaja pria tertangkap basah membawa foto-foto vulgar (foto seks) yang diduga merupakan potongan visual novel Jepang era 89-90an (Angel’s Feather & Kannagi No Tori). Sambil menunjukkan foto tersebut ke arah wajah barongan, pelaku melontarkan hinaan kotor kepada para seniman:

"Iih seksinya... Ngent* lu!" teriak pelaku yang juga menghina artis-artis F1 Jepang masa itu. 

Laporan Polisi: Pelaku Digelandang ke Polsek Cimanggis

Buntut dari kericuhan "malam berdarah" tersebut, sejumlah penonton yang diduga sebagai provokator dan pelaku penganiayaan (adu jotos) langsung diamankan.

  • TKP: Lapangan Pemuda, Depok, Jawa Barat.

  • Laporan: Polsek Cimanggis, Jl. Raya Bogor.

  • Tersangka: Sejumlah remaja pria dan wanita asal Depok.

  • Barang Bukti: Foto-foto syur (visual novel Jepang) yang digunakan untuk memprovokasi pemain Barongan.

Kapolsek setempat menyatakan bahwa para pelaku terancam pasal penganiayaan dan gangguan ketertiban umum. Warga menyayangkan seni tradisi Barongan Kendal yang jauh-jauh datang harus disambut dengan makian kotor dan kerusuhan oleh pemuda setempat.

 

0 comments:

コメントを投稿

The Best Of DivaDut