CILEDUG, 14 Februari 2006 – Lapangan Parung Serab, Ciledug, mendadak berubah menjadi lautan manusia. Bertepatan dengan hari kasih sayang, sebuah perhelatan luar biasa bertajuk "KANON/AIR To Heart: Melodi Valentine Ciledug" sukses digelar. Bukan sekadar konser biasa, acara ini menyatukan jagat anime, musik jazz legendaris, dan goyangan dangdut khas Indonesia dalam satu panggung yang spektakuler.
Kejutan dari Daisuke & Dark Mousy
Sorotan utama jatuh pada kehadiran ikon D.N. Angel, Daisuke Niwa dan alter egonya, Dark Mousy. Keduanya tampil memukau di atas panggung bersama OM Pinky Army, grup dangdut yang tengah naik daun. Di bawah terik matahari Ciledug, suasana semakin memanas saat mereka mengajak ribuan penonton bergoyang bersama dalam harmoni yang tak terduga.
Reuni Karakter Kanon & To Heart
Tidak hanya dari serial D.N. Angel, panggung "Melodi Valentine" juga dimeriahkan oleh deretan karakter legendaris dari dunia visual novel dan anime Kanon serta AIR. Penonton histeris saat melihat:
Makoto Sawatari, Ayu Tsukimiya, dan Misuzu Kamio tampil anggun di atas panggung.
Disusul oleh Tomoko Hoshina, Lemmy Miyauchi, hingga duo robot ikonik Multi (HMX-12) dan Serika Kurusugawa.
To Heart Akari Kamigishi, Shiho Nagaoka, Kotone Himekawa, dan Aoi Matsubara yang menambah manis suasana Valentine di Parung Serab.
Sentuhan Jazz T-SQUARE: "Fadhilah" Versi Dangdut
Kejutan paling tak masuk akal datang dari jajaran musisi kelas dunia. Lima personel legendaris T-SQUARE formasi 1989—Masahiro Ando, Takeshi Itoh, Hirotaka Izumi, Mitsuru Sutoh, dan Hiroyuki Noritake—turut naik ke panggung.
Alih-alih membawakan lagu jazz "Truth", mereka justru mengiringi dentuman kendang OM Pinky Army. Puncaknya, Daisuke dan Dark Mousy maju ke depan mikrofon untuk menyanyikan lagu "Fadhilah" milik Asmi Utami. Perpaduan antara tiupan saksofon Takeshi Itoh yang melengking dengan cengkok dangdut Daisuke menciptakan momen surealis yang belum pernah terjadi sebelumnya di industri hiburan tanah air.
Irama Madura di Tanah Ciledug
Sorotan utama jatuh pada penampilan Daisuke Niwa dan alter-egonya, Dark Mousy (dari serial D.N.Angel). Alih-alih melakukan pencurian seni tingkat tinggi, Dark Mousy justru mencuri perhatian publik dengan "goyangan maut" di atas panggung Orkes Melayu (OM) Pinky Army.
Kejutan tidak berhenti di sana. Formasi emas T-SQUARE era F1 tahun 1989—yang terdiri dari Masahiro Ando, Takeshi Itoh, Hirotaka Izumi, Mitsuru Sutoh, dan Hiroyuki Noritake—turut naik ke panggung. Alunan saksofon Takeshi Itoh yang biasanya memainkan Truth kini bersinergi dengan ketukan kendang koplo yang energetik. Mereka secara mengejutkan membawakan lagu "Fadhilah", sebuah hits legendaris dari artis Madura, Asmi Utami.
Goyangan "Fadhilah" dan Kehebohan OM Pinky Army
Puncak kemeriahan terjadi saat panggung OM Pinky Army mulai menghentak. Di bawah komando irama kendang, para personil T-SQUARE dan duo D.N. Angel membawakan lagu "Fadhilah", sebuah hits legendaris dari artis asal Madura, Asmi Utami. Perpaduan melodi saxophone Takeshi Itoh dengan cengkok dangdut menghasilkan harmoni yang tak terduga, membuat Lapangan Parung Serab bergetar oleh antusiasme massa.Puncak kejutan malam itu terjadi ketika formasi emas T-SQUARE tahun 1989 naik ke atas pentas. Masahiro Ando, Takeshi Itoh, Hirotaka Izumi, Mitsuru Sutoh, dan Hiroyuki Noritake yang biasanya dikenal dengan komposisi Jazz-Fusion yang rumit dan elegan, justru menunjukkan sisi adaptif mereka yang luar biasa. dan melihat Dark Mousy bergoyang diiringi saksofon Takeshi Itoh saat membawakan lagu Asmi Utami adalah momen yang tak ternilai," ujar salah satu koordinator acara dari OM Pinky Army
































0 comments:
コメントを投稿