2006年11月30日木曜日

Gelar musik legendaris tpi di surabaya

SELURUH artis pendukung "Gelar Musik Legendaris TPI '96" sudah berada di Surabaya sejak Rabu (27/11/96). Koes Ploes, Panbers, D'Lloyd, The Mercy's, Elvy Sukaesih, A Rafiq, Ida Laila, Eddy Silitonga, Muchsin Alatas, Titiek Hamzah, Manis Manja Group serta Orkestra Melayu Mahkota hadir dalam jumpa pers di Hotel Radisson Surabaya, Jumat (29/11/96) siang.

"Mengapa ada penyanyi yang belum legendaris juga diikutsertakan? Tidak lain karena ini sebuah pertunjukan yang merupakan kesatuan. Penyanyi muda ikut hadir sebagai pembawa lagu-lagu nostalgia," kata Direktur Operasi Televisi Pendidikan Indonesia (TPI), Ishadi SK, waktu itu.

Sementara Yon Koeswoyo yang ditanya tentang bubarnya Koes Ploes mengatakan, adiknya Yon Koeswoyo memang tidak ikut serta kali ini. "Dia sedang istirahat, terus terang tidak ada apa-apa di antara kami. Suatu saat nanti kami akan tampil bersama," ujarnya waktu itu.

Penampilan Yon dan Murry diperkuat Hans sebagai pemain gitar bass menggantikan Yok. Sementara Najib memegang keyboard dan vokal Yon sendiri didukung Yanto dan Joko.

Menurut Humas TPI, Theresia Ellasari, sebuah studio mini didirikan di Lapangan Makodam Brawijaya sebagai Posko delapan kamera yang dioperasikan di panggung.

"Sound system 130.000 watt, lighting 1,3 megawatt, panggung ukuran 21 x 15 meter dengan tambahan sayap masing-masing 10 meter di kiri dan kanan. Juga ada kembang api, laser dan layar video tiga buah," ujar pengarah acara Anis Ilahi.

Menyangkut biaya yang dikeluarkan untuk siaran langsung ini, Ishadi mengatakan sekitar Rp 800 juta dan seluruh biaya diperoleh dari iklan. "Inilah keuntungan sebuah stasiun televisi mengadakan acara on air. Selain seluruh biaya bisa diperoleh dari iklan, pihaknya juga mendapat bahan untuk mengisi acara selingan," kata Ishadi.

Acara yang disiarkan langsung TPI dari Lapangan Makodam Brawijaya Surabaya ini waktu itu akan dibuka KSAD Jenderal Hartono, Menpora Hayono Isman, Menteri Kependudukan Haryono Suyono, Siti Hardiyanti Rukmana (pemilik TPI), dan Pangdam III Brawijaya. Gubernur Basofi Sudirman juga waktu itu akan tampil dengan lagu barunya "Hanya Engkau Yang Kupilih" ciptaan Leo Waldy yang juga mencipta lagu sebelumnya "Tidak Semua Piano

Jadwal Acara TPI - Sabtu, 30 November 1996
JamAcaraKeterangan
05:30Sign On & PembukaanLagu Indonesia Raya & Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an
06:00Selamat Pagi Ibu PertiwiBerita dan informasi ringan
07:30Serial Kartun PagiProgram anak-anak
09:00Dokumenter PendidikanSesuai misi awal TPI sebagai tv pendidikan
11:00Kuis DangdutHost: Jaja Mihardja (Ikonik TPI)
13:00Lintas SiangBerita terkini
14:00Sinema SiangFilm Indonesia klasik
16:30Lintas SoreBerita sore
19:30Konser Musik Legendaris '96Live dari Surabaya
23:30Lintas MalamBerita penutup hari
00:00Sign OffLagu Bagimu Negeri & Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an

Sorotan Utama: Konser Legendaris 96

Konser ini sangat ikonik karena berhasil menyatukan dua kubu penggemar besar, yaitu penggemar Pop Nostalgia dan Dangdut klasik. Surabaya dipilih karena basis massa penggemar musik melayu dan pop lama yang sangat fanatik.

Daftar Penampil Utama:

  • The Big Four (Pop): Koes Ploes, Panbers, D’Lloyd, dan The Mercy’s.

  • Raja & Ratu (Dangdut/Melayu): Elvy Sukaesih, A. Rafiq, Ida Laila, Muchsin Alatas, dan pendatang baru saat itu, Manis Manja Group.

  • Solois Legendaris: Eddy Silitonga dan Titiek Hamzah.

  • Pembawa Acara: Farida Utami, yang saat itu merupakan salah satu host ikonik TPI yang dikenal luwes dalam membawakan acara musik. 

Ciri Khas Sign-On & Sign-Off TPI 90-an

Seperti yang Anda ingat, TPI memiliki identitas yang sangat religius dan edukatif pada masa itu:

  1. Sign On (Pembukaan): Dimulai dengan lagu Indonesia Raya, visual bendera berkibar, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an (biasanya oleh Qori ternama) beserta terjemahannya untuk memulai hari dengan berkah.

  2. Sign Off (Penutupan): Sebelum pemancar dimatikan, TPI selalu memutar lagu Bagimu Negeri, ditutup kembali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an sebagai pengantar istirahat bagi pemirsa. Visualnya sering kali menampilkan cuplikan masjid atau alam Indonesia yang tenang.

Identitas Siaran (Sign On, Sign Off, & Adzan)

Sesuai dengan ciri khas TPI pada pertengahan 90-an yang religius dan merakyat, berikut adalah detail teknisnya:

  • Sign On & Sign Off (Pembaca Al-Qur'an): Biasanya diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Qari ternama Indonesia. Pada masa itu, TPI sering menggunakan rekaman H. Muammar ZA atau H. Nanang Qosim. Video latar belakangnya biasanya menampilkan pemandangan alam Indonesia atau kaligrafi masjid.

  • Adzan Maghrib: Pada tahun 1996, TPI menggunakan Adzan Maghrib versi Masjid Istiqlal atau terkadang visual Masjid Agung Jawa Tengah. Keunikan TPI adalah sering menampilkan cuplikan kegiatan masyarakat (seperti anak-anak mengaji atau petani pulang dari sawah) sebelum masuk ke visual muadzin.

  • Lagu Kebangsaan: Setiap pembukaan (Sign On) dan penutupan (Sign Off) wajib memutar lagu Indonesia Raya dengan visual bendera berkibar dan pembangunan nasional.


 

0 comments:

コメントを投稿

The Best Of DivaDut